Kamis, 26 Juni 2014
Rabu, 25 Juni 2014
KEBATINAN MENURUT MBAH BROTO
Unknown Rabu, Juni 25, 2014 heno santoso, mbah broto, roso jati merauke, roso jati wonosobo, rosojati banjarnegara No comments
Penghayatan KebatinanKebatinan adalah mengenai segala sesuatu yang dirasakan manusia pada batin yang paling dalam, dan terjadi pada siapa saja dalam kehidupan sehari-hari.Kebatinan tidak hanya terkait dengan keilmuan kebatinan, atau keyakinan keagamaan dan kepercayaan, tetapi bersifat universal, berkaitan dengan segala sesuatu yang dirasakan manusia pada batin yang paling dalam. Di dalam kebatinan masing-masing orang terkandung keyakinan dan kepercayaan pribadi, pandangan dan pendapat pribadi, prinsip dan sikap hidup pribadi, yang semuanya itu menjadi bagian dari sikap kepribadian seseorang, yang tercermin dan melandasi perbuatan dan perilakunya sehari-hari. Kebatinan melandasi kehidupan manusia sehari-hari.Setiap manusia di dalam peradabannya masing-masing memiliki sikap kebatinan dan spiritualsendiri-sendiri, bukan hanya yang bersifat pribadi, tetapi juga segala sesuatu yang dipercaya oleh sekelompok masyarakat setempat. Kebatinan dan spiritual tidak hanya terkait dengan keilmuan kebatinan, kepercayaan tentang hal-hal gaib, mitos dan legenda, atau kepercayaan keagamaan atau kerohanian, tetapi lebih dari itu. Kebatinan dan spiritual tidak boleh dipandang secara sempit dan dangkal yang hanya dianggap sama dengan keilmuan kebatinan, atau aliran-aliran kepercayaan, dsb.Kebatinan dan spiritual termasuk jugamengenai apa yang dirasakan oleh orang-orang yang sangat tekun dalam beribadah dan murni dalam agamanya, karena setiap agama pun mengajarkan juga tentang apa yang dirasakan hati dan batin, mengajarkanuntuk selalu membersihkan hati, bagaimana harus berpikir dan bersikap, dsb, dan di dalam setiap firman dan sabda terkandung makna kebatinan yang harus dihayati dan diamalkan oleh para penganutnya. Bahkan panggilan yang dirasakan seseorang untuk beribadah, itu juga batin. Dan dalam batin itu sendiri tersimpan sebuah kekuatan yang besar jika dilatih dan diolah. Kekuatanbatin menjadi kekuatan hati dalam menjalani hidup dan memperkuat keimanan seseorang.Sebagian besar pemahaman kebatinan dan aliran kebatinan yang ada (di seluruh dunia)adalah bersifat kerohanian dan keagamaan, berisi upaya penghayatan manusia terhadap Tuhan (Roh Agung Alam Semesta) dengan cara pemahaman mereka masing-masing. Tujuan tertinggi penghayatan kebatinan mereka adalah untuk mencapai kesatuan dan keselarasan dengan Sang Pribadi Tertinggi (Tuhan). Oleh sebab itu parapenganut kebatinan berusaha mencapai tujuan utamanya, menyatu dengan Tuhan, menyelaraskan jiwa manusia dengan Tuhan, melalui olah batin, laku rohani dan keprihatinan, menjauhi kenikmatan hidup keduniawian, dan menjauhi perbuatan-perbuatan yang terlarang dan menyelaraskan hidup mereka dengan kehendak Tuhan.Dan di dalam hidup berkebatinan itu ada laku-laku dan ritual yang dilakukan manusia, seperti laku-laku yang dilakukan dalam kepercayaan dan tradisi, seperti laku-laku dalam budaya dan kepercayaan kejawen, atau laku dan ritual dalam ibadah agama, atau laku-laku pribadi sesuai kepercayaan kebatinan masing-masing orang. Tetapi kebatinan tidak selalu harus ditunjukkan dengan laku-laku tertentu yang kelihatan mata, karena kebatinan terutama berisi sikap hati dan pandangan-pandangan pribadi yang semuanya tidak selalu diwujudkan dengan laku dan ritual yang kelihatan mata. Termasuk sikap hidup rasional manusia yang hidup di negara-negaramaju dan modern, itu adalah sikap kebatinan mereka dalam hidup mereka sehari-hari.Seringkali orang memandang istilah kebatinan secara dangkal dan mempertentangkannya dengan agama, padahal pengertian kebatinan ini bersifat luas. Kebatinan terutama berisi pengimanan / penghayatan seseorang terhadap apa yang dirasakannya di dalam batinnya, apapun agama atau kepercayaannya, dan di dalam masing-masing agama dan kepercayaan juga terkandung suatu kebatinan yang harus dihayati dan diamalkan oleh para penganutnya. Di dalam setiap firman dan sabda terkandung makna kebatinan yang harus dihayati dan diamalkan oleh para penganutnya. Tetapi sikap kebatinan keagamaan inisudah banyak yang meninggalkannya, digantikan dengan ajaran tata ibadah saja dan dogma / doktrin ke-Aku-an agama. Orang lebihmemilih menjalani kehidupan formal agamis dan hanya menjalankan sisi peribadatan yang bersifat formal dan wajib saja. Sisi kebatinan dari agamanya seringkali tidak ditekuni.Walaupun pengertian kebatinan bersifat luas, tetapi dunia kebatinan pada masa sekarang memang sudah termasuk "haram" untuk diperbincangkan, karena orang berpandangan sempit dan dangkal tentang kebatinan. Kebatinan dalam berkeagamaan saja jarang yang menekuni, karena orang lebih suka menjalani yang bersifat formal saja dan mengikuti dogma dan doktrin dalam agama. Sekalipun banyak orang hafal dan fasih ayat-ayat suci, tetapi tidak banyak yang mengerti sisikebatinan dan spiritualnya, sehingga pengkultusan dan dogma dalam kehidupan beragama sangat mendominasi kehidupan beragama, akibatnya banyak sekali terjadi perbedaan pandang dan pertentangan di kalangan mereka sendiri. Banyaknya aliran dalam suatuagama adalah bentuk dari ketidak-seragaman kebatinan dan spiritual dari para penganut agama itu sendiri.Perilaku kebatinan (misalnya kejawen) yang dilakukan oleh seseorang yang beragama, seringkali memang dipertentangkan orang, dianggap bertentangan dengan agama, atau bahkan dianggap sebagai aliran / ajaran yang bisa merusak keimanan seseorang. Padahal, penghayatan kebatinan pada dasarnya adalah pemahaman dan penghayatan kepercayaan manusia terhadap Tuhan.Penghayatan ketuhanan itu bukanlah agama, tetapi seseorang beragama yang menjalaninya, justru bisa mendapatkan pemahaman yang dalam tentang agamanya dan Tuhan setelah mempelajari kebatinan tersebut, dan seseorang bisa mendapatkan pencerahan tentang agamanya, walaupun pencerahan itu didapatkannya dari luar agamanya.Perilaku berkebatinan, termasuk kebatinan agama, apapun agama dan kepercayaannya, baik sekali dilakukan, supaya seseorang mengerti betul ajaran yang dianutnya,supaya tidak dangkal pemahamannyaatau hanya ikut-ikutan saja, tetapi materi kebatinannya harus diperhatikan dan di-"filter", dan memiliki kebijaksanaan untuk memilihyang baik dan membuang yang tidak baik, sehingga kemudian dapat menjadi pribadi yang mengerti agamadan kepercayaannya dengan benar dan mendalam, tidak mudah dibodohiatau dihasut, apalagi hanya ikut-ikutan.Memang perlu bahwa manusia memiliki suatu keyakinan atau prinsiphidup yang kuat sebagai bagian dari kepribadian yang kuat. Dan para penganut agama / kepercayaan yang tekun mendalami kebatinan agama dan kepercayaannya akan memiliki keyakinan dan kekuatan batin yang lebih, dibandingkan yang hanya menjalani kepercayaannya secara formalitas saja, apalagi dibandingkan yang mengabaikannya.Sebenarnya sisi kebatinan ada dalam semua aspek kehidupan, bukan hanya ada dalam keilmuan kebatinan atau kepercayaan / keagamaan, dan menjadi bagian dari kepribadian seseorang. Tetapi yang menambah nilai pada kekuatan kebatinan adalah suatu keyakinan terhadap sesuatu haldan keyakinan itu konsisten dijalaninya sepenuh hati dalam hidupnya. Dan bila keyakinan itu konsisten dijalaninya, semakin banyak godaan/gangguan, akan semakin bertambah kekuatan batinnya.Sisi kebatinan itu akan menambah kekuatan batin seseorang bila dilandasi sikap keyakinan di dalamnya dan dilaksanakan sepenuh hati dalam kehidupannya sehari-hari. Kalau tidak begitu, itu hanya akan menjadi sebuah konsep atau prinsip hidup, tetapi tidak menambah nilai kebatinannya. Dan yang jelas berpengaruh sekali pada kekuatan batin adalah keyakinan yang dominandalam kehidupan seseorang, seperti ketekunan dan keyakinan pada agama, atau keyakinan kepercayaan kerohanian, atau keyakinan pada suatu keilmuan.Kekuatan batin dan kegaiban kebatinan tidak perlu dicari kemana-mana. Kekuatan batin dan kegaiban kebatinan sebenarnya berasal dari dirisendiri, dari sesuatu yang kita yakini, dan sugesti keyakinan itu akan menciptakan suatu kegaiban tersendiri. Kita sendiri bisa mengalaminya. Misalnya dalam kehidupan kita beragama, cukup satu saja firman atau sabda dalam ajaran agama kita hayati maknanya, kita imani dan kita perdalam dengan dibaca berulang-ulang (atau diwirid) dengan penghayatan. Penghayatan kita itu kita pegang teguh dalam kehidupan sehari-hari, sehingga menyatu dan mengisi hati dan batin kita. Setelah itu kita akan dapat merasakan adanya rasa kegaiban tersendiri, kekuatan batin tersendiri, dan itu hanya kita sendiri yang menjalaninya saja yang tahu dan merasakannya. Seberapa kuat penghayatan kita itu dan seberapa dalam keyakinan keimanan kita itu akan menciptakan suatu kekuatan batin dan kegaiban tersendiri.Manusia yang menekuni dan memperdalam kebatinan tertentu, termasuk kebatinan agama, akan memiliki lebih banyak penghayatan dan pemahaman tentang kegaiban hidup dan kegaiban alam, akan memiliki kepekaan dan kekuatan batintertentu, atau kegaiban-kegaiban tertentu. Dalam laku manusia menekuni dan memperdalam kebatinan itu, secara pribadi maupun melalui suatu perkumpulan atau kelompok keagamaan, manusia menemukan suatu kekuatan yang bersifat batin, kekuatan kebatinan, suatu kekuatan sugesti yang berasal dari ketekunan dan kekuatan kepercayaan, yang setelah ditekuni, diolah secara khusus dan diamalkan, akan dapat menjadi suatu kegaiban atau mukjizat tersendiri, atau dapat disugestikanmenjadi ilmu-ilmu kebatinan.Jadi, di dalamolah kebatinan ada 2 hal pokok di dalamnya, yaitu pengolahan keyakinan kebatinan (pemahaman / penghayatan) dan pengolahan kekuatan kebatinan. Tetapi dalam kehidupan jaman sekarang perilaku kehidupan berkebatinan sudah digantikan dengan kehidupan agamis formal, dan olah batin sudah digantikan dengan hanya membaca (dan menghafal) ayat-ayat suci dan firman-firman saja. Orang lebih suka mempelajari ilmu-ilmu kebatinan secara tersendiri, yang kemudian mewujud menjadi ilmu gaib dan ilmu khodam, yang seringkali tidak dilandasi dengan kekuatan kebatinan,karena tidak didasari dengan olah batin, hanya mengolah ilmu gaib dan ilmu khodam saja.Olah Kebatinan berkaitan dengan ketekunan penghayatan kerohanian, kekuatan keyakinan dan kekuatan batin, kegaiban kebatinan, dan disertai dengan landasan filosofi kebatinan spiritual, misalnya dalam kebatinan kejawen ada cerita saudarakembarsedulur papat kalima pancer, filosofi dalam cerita pewayangan, ilmukasampurnan(kesempurnaan), konsepManunggaling Kawula Lan Gusti,Sukma Sejati, Guru Sejati, Sangkan Paraning Dumadi(hakekat / kesejatian manusia), dsb. Dalam menekuni kebatinan, berbagai cerita dalam filosofi kebatinan spiritual tersebut di atas adalah dasartuntunan untuk berperilaku (budi pekerti), tuntunan pemahaman kerohanian, sasaran / tujuan pencapaian ilmu dan bumbu cerita spiritual kebatinan.Orang-orang yang menekuni kebatinan biasanya juga mengerti tentang kegaiban, memiliki kepekaan tertentu mengenai kegaiban, kegaiban hidup dan kegaiban alam, dapat membedakan suatu rasa yang merupakan pertanda dari akan terjadinya suatu kejadian, atau tentang kejadian-kejadian yang akan datang, dsb, yang selain berasal dari pengetahuannya sendiri, biasanya juga didapatkan dari ilham atau bisikan gaib (wangsit).Olah batin, yang bersifat keilmuan, adalah tingkatan selanjutnya dari olahrasa. Kekuatan yang dihasilkan juga bukan lagi tenaga fisik atau tenaga dalam, tetapi tenaga batin. Dalam olah batin ini, orang hanya sedikit melakukan olah gerak atau olah nafas. Yang banyak dilakukan adalah mempertajam kepekaan dan kekuatanbatin dengan perenungan-perenungan,berpuasa,menyepi,tirakat dan laku prihatin, amalan-amalan dan doa-doa kebatinan, semadi dan tapa brata, dsb. Cakra tubuh yang berperan adalah cakra yang berada di bawah pusar sampai ke dahi.Mereka yang mendalami suatu olah kebatinan, biasanya juga memahami aspek spiritual dari olah kebatinan yang ditekuninya. Tetapi aspek spiritual yang lebih tinggi biasanya tidak ditekuni, karena biasanya hanya berkonsentrasi pada aspek spiritual yang terkait dengan apa yang sedang dijalaninya saja sesuai yang diajarkankepadanya.Tetapi para tokoh kebatinan, yang menemukan konsep-konsep kebatinan, yang kemudian mengajarkannya kepada murid-murid atau para pengikutnya, biasanya telahmenguasai aspek spiritual dari kebatinannya secara mendalam dan memiliki kekuatan sukma yang tinggi.Dalamolah batinkita mengolahkekuatan kebatinan, yaitukekuatanroh kita, sukma kita, kesatuan kesadaran (pancer) dan roh sedulur papat yang menyatu di dalam tubuh kita, yang menjadi bagian dari kebatinan kita. Di dalamnya terdapat olah rasa dan olah sugesti, firasat, olahkekuatan,kepekaandan ketajaman kebatinan, penghayatan keyakinan kebatinan dan pengolahan ilmu-ilmu kebatinan.Seperti yang sudah kita ketahui, ada roh gaibdi dalam diri kita sendiri, yaitu sukma kita atau kesatuan roh sedulur papat dan pancer kita (baca:Sedulur Papat Kalima Pancer)
Rabu, 28 Mei 2014
MATERI LATIHAN TINKAT DASAR
Unknown Rabu, Mei 28, 2014 banjarnegara, cianjur, mbah broto, mbah bugel, mbah bugel tarjian, mbah harno, mbah nampon, nampon, raga jati, rasa jati, sabandar kari madi, tenaga dalam, wa nampon, wonosobo No comments
PUSAT PERGURUAN TENAGA DALAM
RASA JATI
JL, PEMUDA NO 96 BANJARNEGARA É(0286) 591226, 329116
MATERI
LATIHAN TINKAT DASAR
|
NO
|
MINGGU KE
|
MATERI
LATIHAN SISWA
|
KETERANGAN
|
|
|
I.
PERTAMA
|
A,
TINKAT 1 ( SISWABARU)
Pengertian tentang
perguruan TENAGA DALAM RASA JATI dan manfaatnya
Penjelasan tentang
sikap-sikap dalam awal latihan jurus antara lain:
Sikap sempurna
Sikap kuda kuda
Sikap penghormatan
Sikap istirahat dll
Praktek pelaksanaanya...
|
1 minggu 2 x latihan
1x pertemuan /latihan
120 menit jam
pelajaran
|
|
|
II.
KEDUA
|
Pengertian tentang sumpah dan panca
setya perguruan tenaga dalam RASA JATI dll,
Penjelasan jurus siji ( satu )
Praktek pelaksanaan jurus siji
|
Jurus 1 smp 5 tidak
menggunakan kunci atau nafas biasa
|
|
|
III.
TIGA
|
Pengertian tentang
ilmu tenaga dalam dan sejarah perguruan RASA JATI
Penjelasan tentang
jurus TENDHET (dua)
Praktek melaksankan
jurus TENDHET
|
Segala kegiatan harus
di berikan dengan contoh yang betul oleh pelatih dan pembantu pelatiH
|
|
|
IV.
EMPAT
|
Pengertian tentang makna LOGO perguruan
RASA JATI
Penjelasan tentang jurus JEBLAK (tiga
)
Praktek melaksankan jurus JEBALAK
|
|
|
|
V.
LIMA
|
Pengertian cakra
dangen dan cakra dawa
Penjelasan tentang
jurus TARIK ( empat)
Praktek melaksanakan
jurus TARIK
|
|
|
|
VI.
ENAM
|
Pengertian tentang pernafasan RASA
JATI
Penjelasan tentang jurus GILES ( lima
)
Praktek melaksanakan jurus GILES
|
|
|
|
VII.
TUJUH
|
Pengertian tentang
larangan penggunaan jurus untuk berguraudengan kawan sendiri
Praktek tentang
pelaksaan jurus giles
|
Jurus 1smp5 dengan
kunci “C”
Pelatih harus waspada
ikuti perkembanganya
|
|
|
VIII.
DELAPAN
|
Pengertian tentang Kunci “C”
Penjelasan jurus LEWAT (enam) Kunci
“C”
Praktek melaksanakan Jurus LEWAT
|
Jurus 6 smp 10 kunci
“C”
|
|
|
IX.
SEMBILAN
|
Pengertian tentang
nama nama jurus
Mengulangi jurus 1
smp 5 kunci “C”
Penjelasan jurus
POTONG (tujuh)
Praktek melaksanakan
jurus POTONG kunci “C”
|
Diadakan latihan
serangan / anfalan
Menyerang dengan
jurus siji
|
|
|
X.
SEPULUH
|
Mengulang jurus 1 smp 7 kunci “C”
Penjelaasan juru TOMPLOK (delapan)
Praktek jurus TOMPLOK kunci “C”
|
pelatih dan pengurus
memberikan laporan kepada guru besar di sertai daftar nama yang akan di
harkat
|
|
|
XI.
SEBELAS
|
Penjelassan jurus
COLOK (sembilan) dan jurus ANKAT
(sepuluh)
Praktek melaksanakan
jurus COLOK (sembilan) dan ANKAT (sepuluh)
|
|
|
Setelah sempurna di lakukan pengijazahan do’a /
Harkat (wisuda sabuk hitam)
|
|||
POGRAM LATIHAN
PUSAT PERGURUAN TENAGA DALAM
"RASA JATI"
JL, PEMUDA NO 96 BANJARNEGARA É(0286) 591226, 329116
PROGRAM KEGIATAN LATIHAN PERGURUAN
TENAGA DALAM RASA JATI
|
TINKATAN
|
WAKTU
|
BAN /
SABUK
|
KETERANGAN
|
|
|
TINKAT l SISWA BARU
·
13 minggu
·
26 kali pertemuan
·
52 jam pelajaran
TINGKAT II
·
13 minggu
·
26 kali pertemuan
·
52 jam pelajaran
TINKAT III
·
13 minggu
·
26 kali pertemuan
·
52 jam pelajaran
TINKAT IV
·
16 minggu
·
32 kali pertemuan
·
64 jam pelajaran
|
3 BULAN
3 BULAN
3 BULAN
4 BULAN
|
BAN HITAM I
Harkatan
tetes mata
BAN
HITAM II
Pengenalan
diri
BAN
MERAH I
Pukulan
tangan kosong
BAN MERAH II
Harkatan
benda denda keras
|
Masing masing tinkat sesuai dengan jadwal dan petunjuk pelaksanaan
|
|
|
TINGKAT V
·
48 minggu
·
98 kali pertemuan
·
192 jam pelajaran
TINGKAT VI
·
48 minggu
·
98 kali pertemuan
·
192 jam pelajaran
|
1 TAHUN
1 TAHUN
|
BAN
KUNING I
Harkatan
klepon dan inkung
BAN
KUNING II
Harkatan
pukulan jarak jauh
|
MENINGKATKAN MEDITASI DAN KONSENTRASI
|
|
|
TINGKAT VII
·
360 hari
|
1 TAHUN
|
BAN
PUTIH
|
MEDITASI DAN KONSENTRASI TINKAT TINGGI
|
|
SEJARAH
RIWAYAT
SINKAT BERDIRINYA SENI OLAH RAGA
PERNAFASAN PERGURUAN RASA JATI
Mengingat perjuagan
putra putri indonesia yang menginginkan bangsanya terbebas dari segala bentuk
penjajahan dan penindasan serta bercita cita membentuk masyarakat indonesia
yang adil, makmur , bahagia dan sejahtera dengan berfalsafah hidup pancasila
dan ber-undang undang dasar 1945, tentunya negara atau pemerintah membutuhkan
partisipasinya atau bantuan bantuan dari bangsanya untuk dapat menyumbangkan
karya karya nyatanya demi terwujudnya cita-cita itu,
Maka pada
awal tahun 1963 tersiratlah keinginan saya dengan tekad yang besar untuk
mencari suatu karya nyata agar dapat saya jadikan suatu wadah dan sarana pendidikan demi terwujudnya cita
cita bangsa dan negara indonesia yaitu membentuk manusia yang seutuhnya,
Mulaiah saya
lakukan TAPA BRATA atau segala bentuk kprihatinan atau tirakat untuk memohon petunjuk kepada
tuan yang maha esa aagar dapat di berikan kepada saya ilmu ilmu yang dapat
mewujudkan cita cita tersebut hari demi hari, bulan demi bulan dan tahun demi
tahun, saya terus melakukan tirakat, dan akhirnya pada tahun 1968 tuhan alloh
maha mengetahui , maha besar dan maha pengasih dan penyayang telah menghentikan
TAPA BRATA saya dengan memberikan suatu petunjuk yang berbentuk SENI OLAH RAGA
BELA DIRI dengan di beri nama RASA JATI yang mempunyai arti HAKIKI DARI
KEHIDUPAN MANUSIA KEBENARAN, KESUCIAN DAN KELUHURAN
Sejak itulah
saya dalami ajaran ajaran itu dengan latihan latihan dan penghayatan
penghayatan untuk segala bentuk ilmunya sampai dengan tahun 1971 mulailah saya
perkenalkan dan kembangkan melalui teman dekat dan saudara saudara saya ,
dengan kesepakatan bersama maka pada tahun 1974 niat saya terwujud , yaitu
dengan terbentuknya kepengurusan padepokan RASA JATI pada tanggal 9 september
1974 berdirilah padepokan SENI OLAH RAGA PERNAFASAN RASA JATI atau PERGURUAN
TENAGA DALAM RASA JATI
Jumat, 14 Desember 2012
SEDULUR PAPAT KALIMO PANCER
Gugah Rasa, Sebelum melakukan meditasi panelangsa, pada tingkat pertama ROSO JATI
Dalam ajaran ROSO JATI ada istilah gugah rasa, ini di lakukan sebelum Meditasi Panelangsa (tingkat 1 ». semua ada 9 tingkat di dlm ajaran ROSO JATI ) . Karena konsekuensi dunia material cenderung meningkat, sedang kaweruh spiritual orang jawa kian gersang. Kita mencoba untuk memahami kembali Puasa sebelum gugah rasa sebelum memulai meditasi panelangsa, bagi orang jawa yg dapat memberikan pencerahan spiritual tingkat tertinggi dengan berbagai spirit yang penuh dengan kesakralan dan religiusitas. Hakikat Puasa menurut ” Wulang Reh “.
Sri Pakubuwono IV telah memberikan wewaler, peringatan, pada anak cucunya untuk pengekangan nafsu. Peringatan itu tertuang dalam karyannya. Serat Wulang Reh, yang di tulis pada hari ahad kliwon, wuku Sungsang, tanggal ke-19, bulan besar, mongso ke-delapan, windu sancaya dan di beri sengkalan: Tata-guna-Swareng-Nata ( 1735 ), bergelar: Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakubuwono Senopati Ing Ngalogo Abdur Rahman Sayyidin Panotogomo IV. Nama kecilnya adalah Bandoro Raden Mas Gusti sumbadyo, Putra Pakubuwono III dengan Kanjeng Ratu Kencana.Dalam pupuh II Tembang Kinanthi ia menulis: “Podho Gulangen Ing Kalbu, Ing Sasamita Amrih Lantip, Ojo pijer mangan nendra, ing kaprawiran den kesthi, Pesunen sariraniro , Sudanen dhahar lan guling. (Wahai, asahlah di dalam hatimu biar tajam menangkap isyarat isyarat ghaib. jangan terlalu banyak makan dan tidur, kurangilah hal tersebut, cita citakan kaprawiran ” keluhuran budi “, agar bisa mengekang diri) “.
Inti yang cepat di tangkap dari wejangan ini menyangkut pada pengendalian diri dan cara yang harus di tempuh adalah dengan perpuasa. Hakekat Puasa adalah pengekangan diri, karena alam duniawi banyak memberi godaan. Silau dengan kemewahan, apalagi kalau sedang mendapat suka cita yang berlebihan, ” Maka kaprayitnan batin (kewaspadaan akan terkurangi.
Manusia akhirnya akan terbelenggu nafsunya. Nafsu yang bersumber dari dirinya sendiri.Nafsu merupakan sikap angkara yang dalam Wulang Reh di sebutkan terdiri dari 4 macam , yaitu :
Lawwamah, Bertempat di perut, lahirnya dari mulut ibarat hati bersinar hitam. Akibatnya bisa menimbulkan dahaga, kantuk dan lapar.
Amarah, artinya garang bisa menimbulkan angkara murka, iri dan emosional. Ia berada di empedu, timbulnya lewat telinga bak hati bercahaya merah.
Sufiyah, Nafsu yang menimbulkan birahi, rindu, keinginan dan kesenangan. Sumber dari Limpa timbul lewat mata bak hati bercahaya kuning.
Muthmainah, Berarti rasa ketentraman. Punya watak yang senang dengan kebaikan, keutamaan dan keluhuran budi. Nafsu ini timbulnya dari tulang, timbul dari hidung bagai hati bersinar putih Lelaku Puasa.Ritualnya di mulai dengan reresik raga (membersihkan badan). Badan harus bersih dari kotoran dunia, caranya dengan siram jamas (mandi besar). Kalau perlu menggunakan kumkuman ( rendaman ) bunga lima warna, Mawar, Melati, Kenanga, Kanthil putih, Kanthil kuning.
Doa untuk Mandi
Waktu mandi membaca doa ” Ingsun Adus Ing Banyu Suci, Kang adus badan sejati, Kakosokan nyowo sejati, Amulyaaken kersane Pangeran (Aku mandi di air suci, Yang mandi badan sejati, membersihkan nyawa sejati, memuliakan takdir Illahi.
Jam Puasa
Lelaku, jangka waktu puasa ini sehari semalam yang di mulai pukul 17.00 WIB di akhiri pukul 17.00 WIB. lelaku puasa yang lebih bersifat khusus. Jangka waktunya 3 hari.
Keistimewaan terletak pada nilai amalannya. Seseorang yang melakukan puasa dina dulur ini, nilai amalannya hampir sama dengan puasa 40 hari.
Keistimewaan lain adalah terletak pada mustikanya. Tiga weton dan buang sengkala. Ritual Puasa dina dulur ini selama 3 hari, dan harus tepat pada hari Selasa Kliwon, Rabu Legi dan Kamis Pahing.
Tentu saja ini dari hitungan kalender jawa, atau umumnya dalam satu bulan terdapat 3 hari yang berurutan ini. Tinggal kita saja yang menentukan ada kesiapan atau tidaknya niatan yang mantap untuk menjalankan lelaku puasa khusus ini.Jangka waktunya juga sama dengan waktunya puasa puasa kejawen lainnya. Dimulai (sahur) pada pukul 17 WIB di akhiri (Berbuka) pada pukul 17 WIB hari berikutnya. Demikian juga kesiapan jiwa raga seseorang yang hendak berpuasa.
Siram Jamas (Mandi Besar)
Di pagi harinya, sebelum meditasi panelangsa wajib melakukan pembersihan diri dengan cara “siram jamas ” (mandi besar) lebih baik kalau menggunakan kumkuman (rendaman) bunga setaman yang baru di beli di pasar. Cara mandi jamas ini tidak boleh sembarangan.
Rendaman bunga yang tercecer itu harus di kumpulkan dan di larung (di buang) di sungai. Hal ini di dasarkan pada “sengkala” ( nasib buruk/dosa dosa ). Termasuk sifat buruk dan nafsu dalam diri manusia harus harus di buang jauh. Larung di maknakan di buang jauh. Sedangkan sungai (muaranya menuju lautan bebas ) sebagai simbol dunia luas dan tak terbatas.
Bubur Lima Warna
Bubur Lima Warna. Akan lebih sempurna bila dalam ritual larung ini di sertakan sesajen berupa bubur lima warna. (1) Hitam, (2) putih, (3) Merah, (4) Kuning dan (5) merah di beri titik putih. Lima warna ini berarti menghormat pada “Keblat Papat Limo Pancer “. (Keblat 4 5 bumi tempat berpijak ).
Hitam berada di utara,
merah di selatan,
kuning bertempat di barat dan
putih berada di timur.
Khusus Filosofi bubur merah bertitik putih, sebenarnya di artikan penghormatan kepada orang tua. Bisa juga sesepuh (leluhur kita) baik yang masih hidup ataupun yang sudah meninggal. Namun dalam khasanah kiblat tadi di maknakan pancer.
Tentang bubur lima macam ini bisa kita kaitkan dengan simbolisasi bunga lima warna. Dan semua unsur ini di maksudkan sebagai pelengkap sebelum melakukan puasa dino dulur. tetapi jauh di balik ini semua unsur itu sebagai pendukung (kekuatan batin) dalam melaksanakan puasa. Sekaligus penguat dan peneguh iman seseorang dalam menjalankan ritual puasanya. Saudara-Saudara Halus/Sedulur papat kalimo pancer.
Saudara EmpatOrang Jawa tradisional percaya eksistensi dari sedulur papat (saudara empat) yang selalu menyertai seseorang dimana saja dan kapan saja, selama orang itu hidup didunia. Mereka memang ditugaskan oleh kekausaan alam untuk selalu dengan setia membantu, mereka tidak tidak punya badan jasmani, tetapi ada baik dan kamu juga harus mempunyai hubungan yang serasi dengan mereka yaitu :
Kakang kawah, saudara tua kawah, dia keluar dari gua garba ibu sebelum kamu, tempatnya di timur warnanya putih.
Adi ari-ari, adik ari-ari, dia dikeluarkan dari gua garba ibu sesudah kamu, tempatnya di barat warnanya kuning.
Getih, darah yang keluar dari gua garba ibu sewaktu melahirkan, tempatnya di selatan warnanya merah
Puser, pusar yang dipotong sesudah kelahiranmu, tempatnya di utara warnanya hitam.
Selain sedulur papat diatas, yang lain adalah Kalima Pancer, pancer kelima itulah badan jasmani kamu. Merekalah yang disebut sedulur papat kalimo pancer, mereka ada karena kamu ada. Sementara orang menyebut mereka keblat papat lima tengah, (empat jurusan yang kelima ada ditengah ).
Mar dan Marti
Mereka berlima itu dilahirkan melalui ibu, mereka itu adalah Mar dan Marti, berbentuk udara. Mar adalah udara, yang dihasilkan karena perjuangan ibu saat melahirkan bayi, sedangkan Marti adalah udara yang merupakan rasa ibu sesudah selamat melahirkan si jabang bayi. Secara mistis Mar dan Marti ini warnanya putih dan kuning, kamu bisa meminta bantuan Mar dan Marti hanya sesudah kamu melaksankan tapa brata (laku spiritual yang sungguh-sungguh) mereka itu selalu bersama kamu, menjaga kamu dimanapun kamu berada. Mungkin kamu tidak menyadari bahwa mereka itu menolongmu dalam setiap saat kegiantanmu, mereka akan senang, bila kamu memperhatikan mereka, mengetahui akan keberadaan meraka. Adalah bijaksana untuk meminta mereka supaya berpatisipasi dalam setiap kegiatan yang kamu lakukan. Dalam batin, kamu mengundang mereka, misalnya :
Saya Juga Hidup
Semua saudara halusku, saya mau meditasi panelangsa, bantulah saya ( ewang-ewangono ) artinya mereka itu akan membantumu, sehingga kamu di bantunya ,Tetapi kamu jangan meminta partisipasi mereka pada waktu kamu mau tidur, untuk hal itu kamu harus berkata: saya mau tidur lindungilah saya (reksanen) pada waktu saya tidur, kalau ada yang mengganggu atau membahayakan, bangunkanlah saya, sambil membaringkan badan ditempat tidur sebelum menutup mata, dengan meletakkan tangan kanan didada, menyentuh jantung, katakanlah : “saya juga hidup “.Dengan mengenali mereka artinya kamu memperhatikan mereka dan sebaliknya mereka pun mengurusi kamu. Kalau kamu tidak memperhatikan mereka, mereka tidak akan berbuat apapun untuk menolongmu, mereka mengharap supaya secepatnya kamu kembali ke asalmu, supaya mereka itu secepatnya terbebas dari kewajibannya untuk mendampingimu. Ketika kamu kembali ke alam kelanggengan, mereka juga akan pergi dan berharap diberi kesempatan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa untuk dilahirkan sebagai manusia dengan jiwa dan raga dalam hidup baru mereka di dunia.
Weton
Weton adalah peringatan hari lahir seseorang yang terjadi setiap 35 hari sekali. Untuk orang Jawa tradisional mengetahui wetonnya itu penting dan harus diingat kapan wetonnya itu, dengan mengetahui tanggal, bulan, tahun kelahiran seseorang bisa ditentukan hari wetonnya.
Pada saat weton biasanya akan dibuat semacam sesaji sederhana yang berupa secawan bubur merah putih dan satu gelas air hangat. Pemberian ini adalah untuk saudara-saudara halus, dengan mengatakan: ini untuk semua saudara halusku, aku selalu ingat kamu, mengenali kamu, maka itu bantulah dan jagalah aku. Sesaji sederhana ini juga untuk mengingatkan dan bersyukur kepada ibu dan ayah, karena melalui merekalah kamu dilahirkan dan hidup di dunia ini.
Doa untuk Tidur
Selanjutnya untuk mengingat dan menghormati para leluhur dan yang paling penting untuk mengingat dan memuji Sang Pencipta , Tuhan Yang Maha Kuasa. Cara yang lengkap untuk menyebut saudara-saudara halus tersebut adalah: Mar marti, kakang kawah, adi ari-ari, getih puser sedulur papat, kalimo pancer .- Bantulah saya – Jagalah saya pada waktu saya tidur.
Ingat Selalu
Sebaliknya kamu menyebut nama mereka dengan lengkap sehingga kamu menjadi biasa dengan mereka (jumbuh) misalnya untuk beberapa bulan. Sesudah itu kamu boleh memanggil mereka semua: saudara halusku. Tetapi pada saat kamu berdoa atau meditasi, kamu menyebut dengan nama lengkap, juga pada saat kamu memberikan sesaji untuk mereka, katakanlah nama mereka satu demi satu. Kamu hendaknya tahu bahwa kakang kawah dan adi ari-ari adalah yang paling banyak membantu kamu. Kakang kawah selalu berusa dengan sebaik-baiknya supaya semua keinginan dan usahamu terealisir sedangkan adi ari-ari selalu berusaha menyenangkan kamu.
Oleh karena itu pada saat kamu akan melakukan hal yang penting atau sebelum berdoa, sesudah menyebutkan nama lengkap mereka satu persatu, ulangi lagi dengan menyebut kakang kawah dan adi ari-ari untuk membantumu.
Sesaji untuk Saudara Empat
Selain memberikan sesaji kepada saudara-saudara halus kamu bisa menyucikan diri, antara lain dengan cara berpuasa selama 24 jam, hanya makan buah dan sayuran; makan nasi putih dan minum air putih; tidur sesudah tengah malam atau tidak tidur sama sekali dan lain-lain. Ada juga yang melakukan selama tiga hari berturut-turut, yaitu satu hari sebelum weton, pada saat weton dan sehari sesudah weton yang disebut Ngapit.
Dengan selalu meminta partisipasi dari saudara-saudara halusmu, ini berarti kamu aktif secara lahir maupun batinYang melakukan sesuatu itu bukan hanya aku, tetapi Ingsun yaitu aku-lahir, luar (jobo) bersama dengan aku dari batin (jero). Maka itu orang Jawa yang mau melakukan hal penting berkata : Niat Ingsun. Dengan melakukan laku gugah rasa sebelum melakukan meditasi panelangsa , supaya hidupnya selamat dan sejahtera,dan untuk penghayatan ilmu sejati dlm taraf dasar ROSO JATI. Rahayu
Siram Jamas (Mandi Besar)
Di pagi harinya, sebelum meditasi panelangsa wajib melakukan pembersihan diri dengan cara “siram jamas ” (mandi besar) lebih baik kalau menggunakan kumkuman (rendaman) bunga setaman yang baru di beli di pasar. Cara mandi jamas ini tidak boleh sembarangan.
Rendaman bunga yang tercecer itu harus di kumpulkan dan di larung (di buang) di sungai. Hal ini di dasarkan pada “sengkala” ( nasib buruk/dosa dosa ). Termasuk sifat buruk dan nafsu dalam diri manusia harus harus di buang jauh. Larung di maknakan di buang jauh. Sedangkan sungai (muaranya menuju lautan bebas ) sebagai simbol dunia luas dan tak terbatas.
Bubur Lima Warna
Bubur Lima Warna. Akan lebih sempurna bila dalam ritual larung ini di sertakan sesajen berupa bubur lima warna. (1) Hitam, (2) putih, (3) Merah, (4) Kuning dan (5) merah di beri titik putih. Lima warna ini berarti menghormat pada “Keblat Papat Limo Pancer “. (Keblat 4 5 bumi tempat berpijak ).
Hitam berada di utara,
merah di selatan,
kuning bertempat di barat dan
putih berada di timur.
Khusus Filosofi bubur merah bertitik putih, sebenarnya di artikan penghormatan kepada orang tua. Bisa juga sesepuh (leluhur kita) baik yang masih hidup ataupun yang sudah meninggal. Namun dalam khasanah kiblat tadi di maknakan pancer.
Tentang bubur lima macam ini bisa kita kaitkan dengan simbolisasi bunga lima warna. Dan semua unsur ini di maksudkan sebagai pelengkap sebelum melakukan puasa dino dulur. tetapi jauh di balik ini semua unsur itu sebagai pendukung (kekuatan batin) dalam melaksanakan puasa. Sekaligus penguat dan peneguh iman seseorang dalam menjalankan ritual puasanya. Saudara-Saudara Halus/Sedulur papat kalimo pancer.
Saudara EmpatOrang Jawa tradisional percaya eksistensi dari sedulur papat (saudara empat) yang selalu menyertai seseorang dimana saja dan kapan saja, selama orang itu hidup didunia. Mereka memang ditugaskan oleh kekausaan alam untuk selalu dengan setia membantu, mereka tidak tidak punya badan jasmani, tetapi ada baik dan kamu juga harus mempunyai hubungan yang serasi dengan mereka yaitu :
Kakang kawah, saudara tua kawah, dia keluar dari gua garba ibu sebelum kamu, tempatnya di timur warnanya putih.
Adi ari-ari, adik ari-ari, dia dikeluarkan dari gua garba ibu sesudah kamu, tempatnya di barat warnanya kuning.
Getih, darah yang keluar dari gua garba ibu sewaktu melahirkan, tempatnya di selatan warnanya merah
Puser, pusar yang dipotong sesudah kelahiranmu, tempatnya di utara warnanya hitam.
Selain sedulur papat diatas, yang lain adalah Kalima Pancer, pancer kelima itulah badan jasmani kamu. Merekalah yang disebut sedulur papat kalimo pancer, mereka ada karena kamu ada. Sementara orang menyebut mereka keblat papat lima tengah, (empat jurusan yang kelima ada ditengah ).
Mar dan Marti
Mereka berlima itu dilahirkan melalui ibu, mereka itu adalah Mar dan Marti, berbentuk udara. Mar adalah udara, yang dihasilkan karena perjuangan ibu saat melahirkan bayi, sedangkan Marti adalah udara yang merupakan rasa ibu sesudah selamat melahirkan si jabang bayi. Secara mistis Mar dan Marti ini warnanya putih dan kuning, kamu bisa meminta bantuan Mar dan Marti hanya sesudah kamu melaksankan tapa brata (laku spiritual yang sungguh-sungguh) mereka itu selalu bersama kamu, menjaga kamu dimanapun kamu berada. Mungkin kamu tidak menyadari bahwa mereka itu menolongmu dalam setiap saat kegiantanmu, mereka akan senang, bila kamu memperhatikan mereka, mengetahui akan keberadaan meraka. Adalah bijaksana untuk meminta mereka supaya berpatisipasi dalam setiap kegiatan yang kamu lakukan. Dalam batin, kamu mengundang mereka, misalnya :
Saya Juga Hidup
Semua saudara halusku, saya mau meditasi panelangsa, bantulah saya ( ewang-ewangono ) artinya mereka itu akan membantumu, sehingga kamu di bantunya ,Tetapi kamu jangan meminta partisipasi mereka pada waktu kamu mau tidur, untuk hal itu kamu harus berkata: saya mau tidur lindungilah saya (reksanen) pada waktu saya tidur, kalau ada yang mengganggu atau membahayakan, bangunkanlah saya, sambil membaringkan badan ditempat tidur sebelum menutup mata, dengan meletakkan tangan kanan didada, menyentuh jantung, katakanlah : “saya juga hidup “.Dengan mengenali mereka artinya kamu memperhatikan mereka dan sebaliknya mereka pun mengurusi kamu. Kalau kamu tidak memperhatikan mereka, mereka tidak akan berbuat apapun untuk menolongmu, mereka mengharap supaya secepatnya kamu kembali ke asalmu, supaya mereka itu secepatnya terbebas dari kewajibannya untuk mendampingimu. Ketika kamu kembali ke alam kelanggengan, mereka juga akan pergi dan berharap diberi kesempatan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa untuk dilahirkan sebagai manusia dengan jiwa dan raga dalam hidup baru mereka di dunia.
Weton
Weton adalah peringatan hari lahir seseorang yang terjadi setiap 35 hari sekali. Untuk orang Jawa tradisional mengetahui wetonnya itu penting dan harus diingat kapan wetonnya itu, dengan mengetahui tanggal, bulan, tahun kelahiran seseorang bisa ditentukan hari wetonnya.
Pada saat weton biasanya akan dibuat semacam sesaji sederhana yang berupa secawan bubur merah putih dan satu gelas air hangat. Pemberian ini adalah untuk saudara-saudara halus, dengan mengatakan: ini untuk semua saudara halusku, aku selalu ingat kamu, mengenali kamu, maka itu bantulah dan jagalah aku. Sesaji sederhana ini juga untuk mengingatkan dan bersyukur kepada ibu dan ayah, karena melalui merekalah kamu dilahirkan dan hidup di dunia ini.
Doa untuk Tidur
Selanjutnya untuk mengingat dan menghormati para leluhur dan yang paling penting untuk mengingat dan memuji Sang Pencipta , Tuhan Yang Maha Kuasa. Cara yang lengkap untuk menyebut saudara-saudara halus tersebut adalah: Mar marti, kakang kawah, adi ari-ari, getih puser sedulur papat, kalimo pancer .- Bantulah saya – Jagalah saya pada waktu saya tidur.
Ingat Selalu
Sebaliknya kamu menyebut nama mereka dengan lengkap sehingga kamu menjadi biasa dengan mereka (jumbuh) misalnya untuk beberapa bulan. Sesudah itu kamu boleh memanggil mereka semua: saudara halusku. Tetapi pada saat kamu berdoa atau meditasi, kamu menyebut dengan nama lengkap, juga pada saat kamu memberikan sesaji untuk mereka, katakanlah nama mereka satu demi satu. Kamu hendaknya tahu bahwa kakang kawah dan adi ari-ari adalah yang paling banyak membantu kamu. Kakang kawah selalu berusa dengan sebaik-baiknya supaya semua keinginan dan usahamu terealisir sedangkan adi ari-ari selalu berusaha menyenangkan kamu.
Oleh karena itu pada saat kamu akan melakukan hal yang penting atau sebelum berdoa, sesudah menyebutkan nama lengkap mereka satu persatu, ulangi lagi dengan menyebut kakang kawah dan adi ari-ari untuk membantumu.
Sesaji untuk Saudara Empat
Selain memberikan sesaji kepada saudara-saudara halus kamu bisa menyucikan diri, antara lain dengan cara berpuasa selama 24 jam, hanya makan buah dan sayuran; makan nasi putih dan minum air putih; tidur sesudah tengah malam atau tidak tidur sama sekali dan lain-lain. Ada juga yang melakukan selama tiga hari berturut-turut, yaitu satu hari sebelum weton, pada saat weton dan sehari sesudah weton yang disebut Ngapit.
Dengan selalu meminta partisipasi dari saudara-saudara halusmu, ini berarti kamu aktif secara lahir maupun batinYang melakukan sesuatu itu bukan hanya aku, tetapi Ingsun yaitu aku-lahir, luar (jobo) bersama dengan aku dari batin (jero). Maka itu orang Jawa yang mau melakukan hal penting berkata : Niat Ingsun. Dengan melakukan laku gugah rasa sebelum melakukan meditasi panelangsa , supaya hidupnya selamat dan sejahtera,dan untuk penghayatan ilmu sejati dlm taraf dasar ROSO JATI. Rahayu
Rabu, 05 Desember 2012
KENDALA MEDITASI BAGI PEMULA
Memulai meditasi bukanlah hal mudah, karena banyak kendala yang harus dihadapi. Namun begitu, tak semestinya kita segera menyerah kalah. berikut ini akan membantu mempermudah Anda melakukan meditasi.
MEDITASI kini semakin banyak diminati orang. Kelompok-kelompok yang secara teratur menjalankan meditasi semakin banyak bermunculan. Meditasi memang bermanfaat bagi kesehatan. Mempraktekkan meditasi dengan baik bisa membuat semua organ tubuh bergerak dan berfungsi dalam keadaan seimbang, serta bekerja dengan lebih teratur. Meditasi pun membuat seseorang mengalami relaksasi, karena itu sangat efektif untuk mengusir stress.
Persoalannya adalah, bagaimana cara melakukan meditasi dengan baik? Inilah pertanyaan penting yang perlu dijawab dengan mempraktikkan beberapa tip berikut ini.
Matikan rasa pengaruh yg ada di luar
Pergi ke gunung agar bisa melakukan meditasi dengan tenang tidak akan membantu bila Anda masih membawa hand phone atau televisi. Memilih tempat yang sunyi agar terlindungi dari berbagai gangguan memang penting, tetapi kesiapan Anda untuk tidak terganggu itu lebih penting. Bila hendak melakukan meditasi, tutuplah hasrat untuk berhubungan dengan semua yang ada di luar diri Anda. Lalu tutup pintu dan tutup mata Anda. Lupakan sejenak semua permasalahan yang ada.
Menutup hasrat berhubungan dengan dunia di luar diri Anda selama meditasi juga memberikan efek psikologi yang luar biasa. Itu bisa membantu Anda untuk bersikap tenang dan tidak langsung melompat begitu mendengar bunyi telepon. Atau, langsung keluar ruangan meditasi begitu ada yang berbicara. Bagi Anda yang telah berkeluarga, sebaiknya lebih dulu mengatur keperluan rumah tangga dan kebutuhan seluruh anggota keluarga agar Anda bisa bebas dan merasa tenang bermeditasi.
Manunggal rasa dalam diri
Selanjutnya, pasrahkan diri kita sepenuhnya dalam proses meditasi. Biarkan orang-orang di sekitar Anda tahu bahwa ini merupakan kegiatan yang penting dan rutin bagi Anda. Dengan begitu, mereka pun akan belajar menghargainya. Pastikan agar mereka mengerti bahwa selama menutup diri melakukan meditasi, Anda diganggu.
Sebaiknya Anda memiliki tempat khusus untuk bermeditasi. Pastikan tempat itu bersih dan bagus sirkulasi udaranya. Tempat khusus yang suasananya tenang akan sangat membantu, terutama di awal-awal proses meditasi. Usahakan pula agar jangan berpindah-pindah tempat.
Walaupun demikian, bukan berarti Anda tidak boleh melakukan meditasi di tempat yang lain. Anda bisa melakukannya di mana saja, seperti di dalam bis, di mobil, bahkan di alam terbuka. Namun medan energi meditasi akan cepat terbentuk bila Anda melakukannya di tempat yang sama. Dengan demikian, Anda akan lebih mudah mencapai ketenangan ketika memasuki ruangan tersebut.
Perlu latihan Konsentrasi
Jika Anda tidak berkonsentrasi ketika bermeditasi, janganlah putus asa. Jangan pula merasa gagal dalam bermeditasi. Sebab dalam meditasi tidak ada istilah gagal, yang ada hanyalah masalah ‘jam terbang’. Ingatlah, bukan hanya Anda yang mengalami perasaan gagal. Semua orang, bahkan para guru besar meditasi pun pada awalnya juga mengalami berbagai kesulitan yang sama dengan Anda.
Pikiran kacau, rasa gatal, rasa panas dingin, bagi para pemula adalah hal yang biasa. Ini adalah proses yang harus Anda lewati. Cara menanggulanginya, sebutlah nama Tuhan sesuai dengan kepercayaan Anda. Sebutlah berulang-ulang.
Waktu yg Baik untuk Meditasi
Anda dapat melakukan meditasi setiap saat, namun saat sandhya (matahari terbit dan terbenam) merupakan waktu yang terbaik. Tetapkan waktu meditasi Anda. Lalu sampaikan kepada teman-teman dan seluruh anggota keluarga agar tidak menggangu Anda pada jam-jam tersebut. Biasanya para praktisi meditasi selalu melakukan meditasi pada waktu-waktu tertentu. Dengan demikian, jika waktu tersebut tiba, secara otomatis mereka akan merasakan adanya keinginan untuk melakukan meditasi.
Jadwal Meditasi
Meditasi setidaknya dilakukan dua kali sehari, yaitu pagi dan petang. Meditasi pada pagi hari berguna untuk memberikan semangat untuk memulai hari. Sedangkan meditasi pada malam hari berfungsi untuk menimbulkan relaksasi dan membantu mengurai ?benang kusut’ yang terbentuk dalam pikiran Anda serta mengubahnya menjadi ?sulaman yang indah’. Dengan demikian, Anda dapat tidur dengan nyenyak dan tidak diganggu oleh mimpi buruk.
Para pemula seringkali mengalami kesulitan mengatur waktu yang tepat untuk meditasi. Untuk mudahnya, terlebih dahulu periksalah rutinitas Anda sehari-hari, lalu cari waktu yang paling cocok untuk Anda. Bila Anda telah menetapkan waktunya, maka tegakkanlah disiplin.
Jika seseorang memiliki keinginan tulus untuk mengeksplorasi tingkatan dan kedalaman meditasi, penting baginya untuk menciptakan kebiasaan untuk bermeditasi tanpa terlewatkan. Sebab meditasi dapat diibaratkan sebagai rantai yang indah. Setiap kali melakukan meditasi, kita menambahkan satu buah mata rantai. Dalam jangka panjang, hasilnya adalah suatu untaian rantai yang kuat dan bermanfaat. Namun jika sering kita tinggalkan, maka kita akan kehilangan mata rantai. Untuk menguatkan mental, usahakan untuk tidak melewatkan waktu meditasi.
Karena itu, meski situasinya darurat, usahakan untuk tetap melakukan meditasi walau hanya beberapa saat. Pada awalnya memang sulit, tetapi lama kelamaan akan menjadi kebiasaan, seperti mandi. Anda pasti akan mampu melakukannya tanpa perlu membuat banyak pertimbangan.
Para meditator yang berpengalaman, biasanya dengan sendirinya mengurangi pengurangan waktu tidur, karena bisa juga berfungsi sebagai istirahat secara fisiologis. Dengan demikian, mereka mendapat tambahan waktu 1-3 jam yang bisa digunakan untuk melakukan meditasi atau untuk melakukan aktivitas lainnya.
Pengembangan Wawasan tentang Meditasi
Carilah teman yang juga melakukan praktek meditasi. Anda juga bisa membaca buku-buku spiritual dari orang yang berkualitas tinggi dalam hal spiritual. Waktu terbaik untuk membaca adalah setelah melakukan meditasi. Karena saat itu pikiran kita menjadi jernih dan tenang. Pengalaman orang-orang yang berhasil melewati rintangan dalam bermeditasi juga akan banyak membantu untuk lebih mempersiapkan diri dan mental Anda.
Sebelum melakukan meditasi, ada baiknya Anda melakukan pemanasan dan peregangan untuk mengendorkan otot dan melancarkan peredaran darah. Meditasi dapat dilakukan dengan posisi berdiri, duduk, bahkan berbaring. Namun pastikan tulang punggung Anda tegak. Bukan tegak ala militer, tetapi tegak maksimal menurut Anda.
Perhatian pada Sikap, Posisi dan Sifat
Jika kita melakukan meditasi dengan posisi baik, akan ada aliran energi tulang belakang yang mengarah ke atas. Sedangkan duduk dengan postur yang tidak tegak seperti membungkuk atau menekuk ke belakang, hanya akan menghambat aliran energi, mengganggu napas, dan membuat Anda mudah mengantuk.
Jadi, penting sekali untuk duduk setegak mungkin. Beberapa orang bisa terbantu meditasinya dengan meletakkan bantal kecil sebagai alas, karena dapat mengurangi tekanan pada lutut dan menghasilkan postur yang lebih baik dengan meninggikan tulang punggungnya. Permukaan lantai yang rata dapat membantu membentuk posisi ini.
Bila Anda duduk bermeditasi, pastikan Anda duduk dengan nyaman, sehingga pikiran bebas berkonsentrasi pada proses meditasi. Jika duduk di atas karpet, bantal tipis, atau selimut yang dilipat dirasa kurang nyaman, dapat dicoba duduk di atas kursi.
Perhatian pada isi Perut
Setelah makan, Anda akan merasa malas dan mengantuk. Ini disebabkan tubuh sedang memusatkan energi pada proses pencernaan. Sebaiknya pada saat seperti ini Anda tidak melakukan meditasi, karena energi yang menuju ke otak tidak maksimal. Demikian pula sebaliknya. Bermeditasi dengan perut kosong, juga tidak memungkinkan Anda meraih konsentrasi. Karena itu, sebaiknya Anda hanya mengkonsumsi makanan ringan atau minum jus buah saja sesaat sebelum melakukannya. Nuwun. Rahayu!
















